Herbert Sunu Budihardjo 印尼

293

一個由某個國家播送的印尼語廣播電臺的存在,並非一條容易的道路,值得持續珍惜與高度讚賞。因為隨著時間的推移,許多曾在歐洲播送印尼語的主要廣播電臺一一成為過去的歷史,隨著時代的變遷逐漸消失。例如:荷蘭廣播電臺印尼語頻道、德國之聲、BBC,還有曾經的俄羅斯之聲、阿爾巴尼亞廣播等。

然而,中央廣播電臺(Radio Taiwan International,簡稱Rti)並未如此,這座來自中華民國(台灣)的國家廣播電臺,持續播送「來自臺灣的聲音」。中央廣播電臺以14種語言廣播,遍及全球,包括:普通話、臺灣閩南語、客家語、廣東話、英語、德語、法語、俄語、西班牙語、日語、越南語、泰語及印尼語等。

「國際視野,與時俱進」,中央廣播電臺的節目內容涵蓋了臺灣的民主歷程、文化、社會、習俗以及各項正在進行的建設,並依照聽眾的建議和需求,以多樣的節目名稱進行呈現。

臺灣在學校時期,曾以福爾摩沙(Formosa)為名,歷史上,印尼語廣播的節目非常獨特,其中之一便是從枋寮分台播出的「亞洲之聲」。沒有任何其他國家的廣播電臺會在國外播放具有「gending blendrongan」樂器演奏的開場音樂。另有一個節目名為「自由中國之聲」(Voice of Free China),該節目宣揚自由的理念。

1998年,CBS與「自由中國之聲」(VOFC)合併,形成了臺北國際廣播電臺。這個名稱的選擇,突顯了臺灣在國際上的身份,並簡化了節目的播出,使其更加聚焦和現代化。

自2001年6月1日起,CBS臺北國際廣播電臺與CBS亞洲之聲合併為CBS臺北國際廣播電臺第1與第2節目。最終,兩個頻道合併為今天的中央廣播電臺。

資訊橋樑

並非所有的廣播電臺都像Rti那樣對聽眾抱有極大的關注。許多印尼勞工在臺灣尋求生計,這促使Rti與他們建立了深厚的聯繫。因為許多印尼勞工也成為了Rti的忠實聽眾,Rti便定期舉辦活動,邀請勞工參與,提供贊助,並為他們提供更多的交流平台,無論是涉及獨立日慶典、文化活動還是藝術表演等。

如今,Rti的印尼語廣播成為臺灣與印尼之間的重要信息橋樑,從新聞、文化、娛樂到社會議題等多方面的內容都涵蓋其中。這些印尼語廣播深受印尼聽眾以及臺灣社會的高度讚賞,尤其因為它提供了與兩國之間有關的、實用的信息,並促進了兩國之間的相互理解。

此外,Rti還接待來自不同領域的代表團,無論是媒體、經濟、文化還是教育等領域。比如,在BINUS大學校長團來訪臺灣時,Rti熱情接待,並進行了關於未來教育發展的專訪。同時,Rti也受邀至BINUS大學,與師生進行了座談,並在BINUS TV的媒體論壇中分享了有關臺灣媒體政策的見解,並探討了兩個機構可能的合作。

Rti與聽眾

每年Rti在慶祝其周年時,都會舉辦各種特殊活動,以表達對全球各地聽眾的感謝,包括來自臺灣及印尼的聽眾。Rti會舉辦特別節目、問答遊戲和互動節目,來回饋聽眾的支持。

在Rti 69周年之際,Rti再次邀請聽眾分享他們的心聲。以下是我作為Rti聽眾的評論與建議,希望對Rti有所幫助。

印度尼西亞聽眾

Rti的印尼語節目擁有相當多的聽眾,遍佈印尼各地。每當Rti邀請聽眾參加活動時,往往都會吸引大量忠實聽眾的參與。一般來說,聽眾最關心的是來自臺灣的最新新聞、臺灣與印尼的雙邊關係以及介紹臺灣文化的節目。此外,Rti還會分發各種紀念品,這些紀念品成為聽眾的收藏。

許多聽眾會通過信件、電子郵件和社交媒體與Rti互動,提供對節目的反饋或提出問題。很多來自印尼的聽眾是短波廣播的愛好者,因為Rti的廣播長期以來是他們了解外界世界,尤其是臺灣的資訊來源,特別對那些位於網絡不便之地的聽眾來說,這是十分重要的資訊渠道。

臺灣移民與僑民聽眾

臺灣的移民社群,包括散居全球的僑民,無疑也是Rti的核心聽眾群。他們通過Rti的節目與臺灣保持聯繫,了解臺灣的最新動態。每當Rti舉辦面對面的活動時,許多聽眾也會踴躍參加,並且展示臺灣的音樂與文化。

聽眾的參與

對於一個廣播電臺來說,聽眾扮演著至關重要的角色,因為聽眾數量直接關係到節目的受歡迎程度、廣告吸引力及電臺的收入。憑藉聽眾的反饋,電臺可以改進並調整節目,以使其更具吸引力和相關性。

對於像Rti這樣的國際電臺來說,與全球聽眾的互動更顯重要。Rti經常通過以下方式與聽眾保持聯繫:

– 互動節目:Rti經常舉辦問答遊戲、競賽、問卷調查等活動,促使聽眾參與其中。

– 通信互動:Rti與全球聽眾的通信非常頻繁,他們會收到來自世界各地的信件、電子郵件與信息,並會對其進行回應。

– 社交媒體互動:聽眾可以通過Facebook、Instagram、Twitter等社交平臺與Rti互動,提供反饋或跟進最新的節目和新聞。

聽眾在強化臺灣與印尼關係中的作用

儘管臺灣和印尼並未建立正式的外交關係,也沒有設立大使館,但Rti在印尼的聽眾卻在加強兩國社會與文化關係中發揮了重要作用。聽眾在不知不覺中成為了臺灣的非正式大使,在他們的社區中散播來自Rti的資訊,這有助於加深印尼對臺灣的理解,無論是在文化還是全球議題上。

根據筆者的分析,臺灣國際廣播電臺的聽眾來自全球各地,這些聽眾對臺灣及國際議題充滿興趣,並且積極參與Rti的節目。

Rti聽眾的特徵(以印尼為例):

  1. 傳統短波廣播聽眾:這部分聽眾通常分佈在印尼

的各個地區,尤其是那些網絡不太發達的偏遠地區。他們通過短波廣播來了解國際新聞,Rti長期以來是他們了解臺灣的重要途徑。

  1. 印尼語節目的粉絲:這些聽眾不僅收聽Rti的節目,還會參與各種互動活動,並對臺灣的文化、旅遊、生活方式等議題產生濃厚興趣。
  2. 學術界與學生群體:Rti提供了大量有關臺灣教育、獎學金和文化的資訊,對於對臺灣有興趣的學生與學者來說,這些資訊非常有價值。
  3. 臺灣的印尼移民群體:他們通過Rti了解臺灣的最新動態以及有關印尼勞工在臺的資訊。
  4. 社交媒體活躍聽眾:隨著數位科技的發展,Rti也吸引了一批年輕的聽眾,他們通過Facebook、Instagram、Twitter等平臺與Rti互動。

總結來說,Rti的67年歷程中,聽眾在建立臺灣與印尼文化與信息的聯繫方面扮演了至關重要的角色。希望Rti能繼續在空中繁榮,成為印尼與臺灣之間的友誼橋樑。祝中央廣播電臺67周年快樂!

發信人:Herbert Sunu Budihardjo(68歲)

PERTEMUAN DENGAN RADIO TAIWAN INTERNASIONAL

(Catatan kecil perjalanan dan masukan dari pendengar radio, memperingata 67 tahun Rti)

Herbert Sunu Budihardjo

Eksistensi sebuah stasiun radio siaran bahasa Indonesia yang disiarkan dari sebuah negara. merupakan perjalanan yang tidak mudah dan pantas untuk terus dilestarikan dengan apresiasi yang tinggi. Karena waktu membuktikan sebagian stasiun radio besar siaran Indonesia di Eropa satu persatu telah menjadi sejarah masa lalu  tergerus jaman. Radio Nederland Siaran Indonesia, Suara Jerman Deutsche Welle, BBC London, setelah sebelumnya Voice of Rusia, Radio Tirana.

Tidak demikian bagi Radio Taiwan Internasional, stasiun radio nasional dari Republik Tiongkok di Taiwan mengudara dan menyebarkan “Suara dari Taiwan”. Bersiaran dalam 14 bahasa ke seluruh penjuru dunia,  antara lain: Mandarin, dialek Taiwan(Minnan), dialek Hakka, dialek Canton, Inggris, Jerman, Perancis, Rusia, Spanyol, Jepang, Vietnam, Thailand dan Indonesia.

Dengan “Bervisi Internasional dan maju seiring jaman” , program acara yang diudarakan meliputi sejarah perjalanan demokrasi di Taiwan, budaya,  sosial, adat istiadat dan berbagai pembangunan yang sedang dilaksanakan dikemas dengan beragam judul seiring dengan tujuan dan usulan pendengar.

Sewaktu di Sekolah Rakyat, Taiwan terkenal dengan nama Formosa). Dari sisi histori siaran bahasa Indonesia mempunyai unik, salah satunya adalah Suara Asia yang dipancarkan dari Kaohsiung. Karena tidak ada stasiun radio negara di dunia yang disiarkan dari manca negara yang mempunyai musik pembuka melalui instrumentalia gendhing “blendrongan”. Satunya lagi Suara Tiongkok Merdeka (Voice of Free China), yang menyuarakan kebebasan.

Pada tahun 1998, CBS bergabung dengan Voice of Free China (VOFC), yang saat itu merupakan stasiun penyiaran eksternal pemerintah ROC. Penggabungan ini menghasilkan pembentukan Radio Taipei Internasional . Nama ini dipilih untuk menekankan identitas Taiwan di dunia internasional, sekaligus menyederhanakan penyiaran agar lebih fokus dan modern.

Mulai 1 Juni 2001 Siaran CBS Radio Taipei Internasional dan Siaran CBS Suara Asia bergabung menjadi CBS Radio Taipei Internasional Program 1 dan Program 2. Kemudian menyatu menjadi  menjadi Radio Taiwan Internasional CBS .

 

Jembatan Informasi

Tidak semua stasiun radio mempunyai kepedulian yang besar seperti Rti.  Banyaknya tenaga kerja Indonesia yang mencari nafkah di Taiwan mendorong Rti menjalin silaturahmi dengan mereka.  Karena sebagian TKI juga menjadi pendengar setia Rti.  Rti mengumpukan, mengundang, menjadi sponshorship, memfasilitasi sesama TKI untuk bertemu pada acara tertentu baik yang berkaitan dengan perayaan kemerdekaan, kebudayaan, kesenian.

Rti Siaran Indonesia kini menjadi jembatan informasi antara Taiwan dan Indonesia, berbagai topik mulai dari berita, budaya, hiburan, hingga isu-isu sosial disiarkan. Siaran dalam bahasa Indonesia ini sangat dihargai oleh pendengar Indonesia maupun di Taiwan sendiri, terutama karena menyediakan informasi yang relevan serta mempromosikan saling pengertian antara kedua negara.

Selain itu Rti juga menerima delegasi baik yang berkaitan dengan media, perekonomian, kebudayaan, maupun pendidikan. Pada waktu kunjungan rombongan rektor Binus University ke Taiwan, Rti menerima dengan baik serta melakukan wawancara berkaitan dengan dunia pendidikan kedepannya. Pada tatran yang sama kunjungan Rti diterima oleh rektorat di kampus Binus untuk mengadakan kuliah umum dengan mahasiswa serta melakukan wawancara dengan BinusTV pada acara Media Forum berkaitan dengan kebijakanmedia yang ada di Taiwan, serta kemungkinan melakukan kerjasama antar dua lembaga.

Rti dan pendengarnya

Menjadi kebiasaan bagi Rti setiap merayakan ulang tahunnya membuat berbagai acara khusus untuk menghormati para pendengarnya, baik yang ada di berbagai negara maupun di Taiwan serta di Indonesia dengan menyelenggarakan konten istimewa, kuis, dan program interaktif.

Menapaki ulang tahunnya yang ke 69 Rti mengajak pendengarnya untuk berbagi rasa. Berikut disampaikan kritik dan masukan bagi Rti, yang mungkin berguna selama saya menjadi pendengar Rti.

Pendengar Rti di Indonesia

  • Rti Siaran Indonesia memiliki audiens yang signifikan dan tersebar di beberapa kota di wilayah Indonesia. Setiap kali pertemuan pendengar undangan Rti senantiasa dihadiri banyak pendengar setianya. Umumnya pendengar tertarik dengan berita-berita terkini dari Taiwan, hubungan antara Taiwan dan Indonesia, serta program budaya yang memperkenalkan kebudayaan Taiwan. Selain pernik pernik cinderamata yang dibagikan untuk menambah koleksi.
  • Pendengar sering kali berinteraksi dengan Rti melalui surat, email, dan media sosial, memberikan tanggapan atau pertanyaan terkait program siaran. Banyak pendengar dari Indonesia adalah penggemar radio gelombang pendek, karena siaran Rti telah lama menjadi sumber informasi tentang dunia luar, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan akses internet terbatas.
  • Pendengar Migran dan Diaspora Taiwan

Pendengar dari kalangan diaspora Taiwan yang tersebar di seluruh dunia juga menjadi audiens penting Rti. Mereka menggunakan siaran Rti sebagai cara untuk tetap terhubung dengan berita dan perkembangan terbaru di Taiwan. Selain itu manakala ada perhelatan silaturahmi tatap muka dengan Rti pendengar banyak yang berpartisipasi, hadir dan berperanserta dengan aneka tampilan musik dan budaya.

 

Keterlibatan Pendengar

Pendengar bagi sebuah stasiun radio memainkan peran yang sangat penting, karena menjadi tolak ukur utama kesuksesan. Besarnya jumlah pendengar menentukan popularitas program, daya tarik iklan, dan pendapatan stasiun. Dengan feedback dari pendengar, stasiun dapat memperbaiki dan menyesuaikan program agar lebih relevan dan menarik. Selain itu, pengiklan cenderung memasang iklan pada stasiun yang memiliki basis pendengar yang kuat, sehingga meningkatkan pendapatan stasiun. Pendengar juga membangun komunitas di sekitar stasiun, yang bisa memperkuat loyalitas dan daya saing.

Bagi stasiun radio internasional seperti Rti sangat aktif dalam melibatkan pendengar internasionalnya melalui berbagai cara, seperti:

  • Program interaktif:

Interaksi dengan pendengar di Indonesia maupun diaspora dilakukan dengan sering menyelenggarakan kuis, kompetisi, angket dan acara yang mendorong partisipasi pendengar. Pendengar dapat mengirimkan pertanyaan atau memberikan opini mereka tentang berbagai topik yang dibahas dalam siaran, baik yang berkaitan dengan trending topic maupun dampak dari bencana yang sering melanda Taiwan, khusunya badai dan gempa bumi.

  • Korespondensi:

Rti dikenal karena jalinan komunikasi erat dengan para pendengarnya. Mereka sering menerima surat, email, dan pesan dari pendengar di seluruh dunia, yang kemudian direspon secara pribadi atau disiarkan di program mereka. Mahalnya biaya pengiriman pos keterlibatan dengan pendengar bergeser malalui media sosial.

  • Sosial Media:

Pendengar dapat berinteraksi dengan Rti melalui platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, di mana Rti berbagi konten siaran dan berita terkini. Hal ini dilakukan oleh beberapa penyiar secara pribadi maupun kelompok. Terutama acara acara unggulan sperti : Obrolan Rti, Ada apa dengan Tony, Dapur Maria.

  • Monitor :

Memberikan laporan penerimaan secara teknik berdasarkan metode SINPO secara rutin bagi pendengar yang aktif yang diangkat sebagai Official Monitor.

Peran Pendengar dalam Memperkuat Hubungan Taiwan-Indonesia

Meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik dengan membuka kedutaan besar. Pendengar Rti di Indonesia, memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan budaya antara Taiwan dan Indonesia. Tanpa disadari mereka menjadi duta informal Taiwan di komunitas mereka, menyebarkan informasi yang mereka dapatkan dari siaran Rti. Sehingga menambah peningkatan pemahaman tentang Taiwan di Indonesia, baik dalam hal budaya maupun isu-isu global.

Berdasarkan analisa penulis, pendengar Radio Taiwan Internasional terdiri dari komunitas global yang beragam, disertai minat kuat pada Taiwan dan isu-isu internasional, serta rasa keterlibatan yang mendalam dengan siaran Rti.

Secara historis perjalanan panjang pendengar Rti dan mempunyai peran yang signifikan dalam menjalin hubungan budaya dan informasi antara Taiwan dan Indonesia. Mereka umumnya terdiri dari individu-individu yang tertarik dengan budaya, berita, serta perkembangan terbaru di Taiwan, dan membentuk komunitas pendengar aktif yang sering berinteraksi dengan Rti, seperti : Indonesian DX Club, Borneo Listeners Club, Mapem Club, Radio Listeners Club, dll .

Karakteristik Kelompok Pendengar Rti di Indonesia:

  1. Pendengar Gelombang Pendek (SW) Tradisional :
  • Banyak pendengar Rti di Indonesia berasal dari komunitas pecinta radio gelombang pendek (SW), yang mempergunakan radio untuk memperoleh informasi. Sebelum era internet, siaran Rti di gelombang pendek adalah salah satu cara utama untuk mendapatkan berita internasional, termasuk dari Taiwan. Karena  sampai hari ini masih mempergunakan frekwensi untuk melakukan siaran.
  • Pendengar dari kelompok ini biasanya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, khusnya di luar Jawa , termasuk daerah-daerah terpencil yang mungkin masih sulit mengakses internet dengan mudah karena belum terjangkau jaringan.
  • Interaksi dengan Rti melalui surat atau kartu pos, dengan memberikan laporan kualitas sinyal (mempergunakan metode SINPO/SIO), dan berpartisipasi dalam acara-acara interaktif seperti kuis dan kontes.
  1. Komunitas Penggemar Siaran Bahasa Indonesia :
  • Rti Siaran Bahasa Indonesia memiliki kelompok pendengar yang cukup aktif. Mereka tidak hanya mendengarkan siaran Rti, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti mengirimkan pesan atau bertanya melalui platform online, dan mengikuti acara khusus yang diselenggarakan oleh Rti.
  • Banyak pendengar dari komunitas ini tertarik pada topik-topik terkait budaya, pariwisata, dan gaya hidup Taiwan, serta program-program edukatif yang disiarkan Rti.
  1. Kelompok Pelajar dan Akademisi :
  • Sejumlah pendengar Rti di Indonesia adalah mahasiswa, pelajar, dan akademisi yang tertarik mempelajari bahasa Mandarin, kebudayaan Taiwan, atau hubungan internasional. Rti menyediakan informasi yang kaya tentang perkembangan pendidikan, beasiswa, dan budaya Taiwan, yang menjadi sumber informasi penting bagi kalangan ini. Bahkan VOA (Suara Amerika) mengangkatnya melalui beritanya bahwa “Taiwan Jadi Tujuan Mahasiswa Teknologi Asia Tenggara”
  • Mereka sering mendengarkan Rti untuk mendapatkan perspektif yang lebih dalam tentang Taiwan serta peluang studi di Taiwan. Melaui informasi Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office) atau melalui pameran pendidikan.
  1. Diaspora Indonesia di Taiwan :
  • Diaspora Indonesia di Taiwan, termasuk pekerja migran, mahasiswa, dan komunitas ekspatriat, juga menjadi pendengar setia Rti. Mereka menggunakan siaran bahasa Indonesia sebagai cara untuk tetap terhubung dengan berita dari tanah air dan perkembangan di Taiwan.
  • Rti sering kali menyajikan program khusus yang ditujukan untuk pekerja migran Indonesia di Taiwan, memberikan informasi tentang hak-hak pekerja, panduan hidup di Taiwan, serta berita terkini. Deputy Representative TETO Mr. Steve Chen dalam seminarnya di Binus mengatakan kurang lebih 400.000 diaspora asal Indonesia berada di Taiwan.
  1. Kelompok Penggiat Sosial Media:
  • Seiring dengan perkembangan teknologi digital, Rti juga memiliki kelompok pendengar aktif yang terhubung melalui media sosial. Mereka menggunakan platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter untuk berinteraksi dengan Rti, mengomentari program, dan mengikuti berita terbaru. Serta merespon dan memberi informasi mengenai acara apa yang segera diudarakan.
  • Kelompok ini biasanya lebih muda dan terbiasa dengan teknologi, dan mereka sering terlibat dalam program-program interaktif atau konten digital yang disediakan oleh Rti.

Demikian sekilas perjalanan saya ketika mencermati, melihat, pendengar, melakukan penelusuran seputar 67 tahun Rti. Semoga Rti tetap jaya diudara menjadi jembatan persahabatan antara Indonesi dan Taiwan. Selamat Ulang Tahun ke 67 Radio Taiwan Internasional.

Pengirim :

Herbert Sunu Budihardjo/ 68 tahun

PERTEMUAN DENGAN RADIO TAIWAN INTERNASIONAL  

(小小的旅行紀錄與聽眾的回饋,紀念Rti 67周年)

Herbert Sunu Budihardjo